Oleh: Shafa Afifah, Muhammad Faiz Ramadhan, Fachlen Febri Yenza, Rizky Olga Saputra, Naufal Arrazaq, dan Shinta Lestari Oktarini Mahasiswa S...
Oleh: Shafa Afifah, Muhammad Faiz Ramadhan, Fachlen Febri Yenza, Rizky Olga Saputra, Naufal Arrazaq, dan Shinta Lestari Oktarini Mahasiswa Semester Dua Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan Universitas Bangka Belitung
Lentera24.com |BANGKA BELITUNG - Pertanian merupakan salah satu bidang terpenting dalam kehidupan manusia, sejak dahulu, manusia telah melakukan kegiatan bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri maupun diperjualbelikan. Seiring berjalannya waktu, pertanian sudah mengalami banyak kemajuan, mulai dari metode konvensional hingga teknologi modern seperti hidroponik (Sulaiman, 2019). Meskipun sudah memiliki berbagai macam inovasi, tantangan baru tetap muncul, terutama dalam menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kelestarian lingkungan.
Pada tahun 2020, di tengah maraknya pandemi Covid-19, sektor pertanian di Indonesia tetap menunjukkan ketangguhannya. Ketika ekonomi nasional mengalami penurunan sebesar 2,07%, sektor pertanian justru tumbuh sebesar 2,59% (BPS, 2020). Ini menunjukkan bahwa pertanian memiliki ketahan yang kuat terhadap masalah yang sedang terjadi. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, pertanian juga dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Beberapa masalah yang sering terjadi, seperti penggunaan pestisida berlebihan, deglarasi lahan, dan pencemaran air (FAO, 2020). Oleh karena itu, untuk menjamin keberlanjutan industri ini, Islam memiliki peran penting dalam mendorong praktik pertanian yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat masalah lingkungan, penulis menawarkan beberapa cara yang bisa dilakukan, seperti memberikan pemahaman terkait pertanian ramah lingkungan ini melalui diskusi atau webinar, dan penggunaan produk-produk dengan label ramah lingkungan.
Dalam ajaran Islam, bertani merupakan bagian dari ibadah dan usaha ekonomi. Karena tanaman memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menanam pohon dan menjaga lingkungan. Namun, saat ini banyak praktik pertanian yang sudah menggunakan pestisida dan bahan kimia lainnya tanpa mempertimbangkan manfaat bagi lingkungannya (Al-Ghazali, 2020).
اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang Khalifah di bumi” (Al-Qur’an, 2:30)
Surah ini menunjukkan betapa pentingnya peran manusia sebagai Khalifah di bumi untuk memastikan keseimbangan lingkungan tanpa merusaknya. Dalam pertanian, ini berarti menghindari penggunaan bahan kimia berbahaya, dan pencemaran air secara berlebihan. Sebaliknya, kita harus menggunakan metode pertanian yang ramah lingkungan, seperti penggunaan pupuk organik, pengendalian hama alami, dan sistem irigasi yang efektif.
Selain menjaga keseimbangan lingkungan, zakat pertanian merupakan salah satu aspek penting yang merupakan bentuk kepedulian sosial yang wajib ditunaikan bagi para petani yang hasil panennya sudah mencapai nisabnya (Badan Amil Zakat Nasional, 2022). Namun, banyak petani yang merasa terbebani dengan biaya produksi atau tidak memahami pentingnya zakat pertanian tersebut. Padahal, zakat dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membawa keberkahan dalam hasil panen. Oleh karena itu, pemerintah dan lembaga keagamaan harus lebih banyak memberikan edukasi tentang pentingnya zajat pertanian.
Selain sebagai mata pencaharian, pertanian merupakan salah satu ibadah Islam yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Penulis berpendapat bahwa jika para petani menerapkan prinsip-prinsip Islam, seperti menjaga lingkungan, memilih bahan yang halal, serta menunaikan zakat, sekotor pertanian akan lebih berkah dan berkelanjutan.
Sangat disarankan untuk menggunakan bahan alami ataupun organik Selain lebih sehat, metode ini juga lebih sesuai dengan prinsip Islam tentang halal dan thayyib (UNEP, 2021). Indonesia seharusnya mengikuti jejak negara-negara maju lainnya seperti, Prancis dan Austria yang telah mengembangkan pertanian organik berskala besar. Jika kesadaran ini semakin meningkat, akan lebih mudah bagi masyarakat untuk mendapatkan makanan yang aman dan sehat samba tetap menjaga kelestarian alam.
Dengan menerapkan metode pertanian ramah lingkungan ini, masyarakat dapat memastikan hasil panen berkualitas tinggi tanpa merusak lingkungan. Sebagai khalifah di bumi, tugas kita adalah menjaga keseimbangan lingkungan untuk memastikan keberlanjutan pertanian untuk generasi mendatang. Lebih dari itu, pemahaman petani tentang zakat pertanian juga penting karena dapat membawa keberkahan bagi hasil panen serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas (Ibnu Khaldun, 2019). Oleh karena itu, peran pemerintah dan lembaga keagamaan sangat dibutuhkan dalam memberikan edukasi terkait zakat pertanian agar manfaatnya bisa dirasakan secara luas.[]L24.Red