Ilustrai Lentera 24 .com | ACEH TIMUR - Polemik terjadi di Kabupaten Aceh Timur dengan jumlah 513 Desa di Aceh Timur, namun baru 103 Des...
![]() |
Ilustrai |
Hal itu diungkapkan Kordinator TPP P3MD Provinsi Aceh Zulfahmi Hasan dalam pertemuan dengan Sekda, DPMG dan TAPD P3MD Aceh Timur Jumat (7/5/21).
Menurut Zulfahmi, rendahnya progres pencairan DD di Aceh Timur dikarenakan oleh beberapa faktor teknis.
Pun demikian Zulfahmi menilai Sekda Aceh Timur telah berkomitmen untuk segera menginstruksikan DPMG dan DPKKD melakukan langkah-langkah kongkrit percepatan pencairan dan penyerapan dana desa yakni; pencairan dana Covid-19 (PPKM) 8%, Pencairan dan penyaluran BLT DD dari bulan Januari s/d Mei 2021 bagi desa-desa yang sudah masuk dana desa ke rekening kas desa (RKD), serta percepatan pengajuan berkas ke KPPN bagi desa yang masih dalam proses verifikasi dan input ke OMSPAM di DPMG dan DPKKD Aceh Timur.
TPP P3MD Provinsi Aceh selaku perpanjangan Kementerian Desa Pemerintah pusat berharap Pencairan DD Tahap 1 di Aceh Timur bisa cepat di realisasikan.
"Semoga di akhir Mei 2021 ini pencairan Dana Desa tahap I Aceh Timur bisa tuntas 100 %, baik dari sisi jumlah desa maupun realisasi keuangannya," ungkap Zulfahmi.
Sementara itu, Lambannya proses Pencairan DD Di Aceh Timur membuat Anggota DPRK Aceh Timur komisi D M.Yahya Ys yang membidangi masalah desa geram dan angkat bicara, kepada sejumlah Awak Media di salah satu cafe di Idi Rayeuk pada Jum'at Malam (7/5/21).
Sementara Yahya Boh Kaye sapaan akrab M. Yahya Ys mengatakan sudah cukup banyak keluhan Keuchik serta perangkat Desa terkait rumit dan lambannya proses Pengajuan dan pencairan DD di Aceh Timur.
"Banyak laporan dan keluhan yang disampaikan oleh Keuchik dan perangkat desa terhadap lambannya proses pencairan Dana Desa, Dalam hal ini DPMG Aceh Timur terkesan mempersulit proses pengajuan DD, akibatnya progres pencairan DD di Aceh Timur sangat rendah,"Ujarnya.
Yahya Boh Kaye Menilai Lemahnya Kapasitas petugas di DPMG serta ada dugaan mempersulit proses pengajuan.
"DPMG diduga sengaja mempersulit atau lemahnya kapasitas petugas yang memproses berkas pengajuan dan postingan, Maka menyikapi polemik tersebut kami minta kepada Bupati Aceh Timur untuk evaluasi kinerja DPMG, atau copot siapa saja yang mempersulit pencairan DD," ungkapnya.
Lebih lanjut,Yahya Boh Kaye mengatakan akibat sistem yang rumit dan mempersulit pencairan Dana Desa sangat berdampak kepada masyarakat di Desa, seharusnya masyarakat bisa menikmati bantuan BLT untuk kebutuhan jelang Hari Raya Idul Fitri, mengingat kondisi ekonomi masyarakat miskin sangat morat marit akibat Pandemi covid-19.
Selain itu, Yahya Boh Kaye juga mempertanyakan tentang dana ADG sumber APBK Aceh Timur tahun 2021 sampai saat ini belum turun, sehingga Perangkat Desa menjerit tidak mendapatkan gaji/honor, padahal rata-rata Perangkat Desa hidupnya pas -pasan dan sangat membutuhkan untuk kebutuhan belanja hari raya.
Secara terpisah, M.Ali Humas Apdesi Aceh Timur meminta Bupati Aceh Timur H.Hasballah Bin M.Thaib jangan hanya pandai mengalih isu bahwa meminta awak media untuk mengawasi dana desa, seharusnya Bupati fokus dulu masalah yang dihadapi oleh Keuchik saat ini, untuk mempercepat pencairan DD, terutama dana ADG yang bersumber APBK, karena dampak dari lambannya pencairan dana desa dan tidak jelas pencairan ADG bukan hanya masyarakat yang mengeluh tapi para perangkat desa yang menunggu kepastian gaji mereka keluar.
"Jadi Bupati jangan asal bicara, tapi pahami kondisi keuchik saat ini dalam menghadapi masyarakat dan perangkat desa, apalagi ini jelang Hari Raya Idul Fitri," ujar M.Ali yang juga Keuchik Desa Pante Merbo. [] L24.Zal.