HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Dinkes Aceh Timur Tidak Serius Tangani Covid-19, 7 Petugas Medis Idi Positif

UPTD Puskesmas Idi Rayeuk Lentera 24 .com | ACEH TIMUR  - Dilaporkan 7 petugas medis di UPTD Puskesmas Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur reakt...

UPTD Puskesmas Idi Rayeuk

Lentera24.com | ACEH TIMUR
 - Dilaporkan 7 petugas medis di UPTD Puskesmas Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur reaktif positif Covid-19, masyarakat menjadi resah, diduga peristiwa itu terjadi akibat ketidak seriusan pihak Dinas Kesehatan.

Hal itu disampaikan M Yahya Ys Anggota DPRK Aceh Timur dari Komisi D yang membidangi masalah Kesehatan, menuding banyak petugas medis yang terpapar covid-19 karena Dinkes lalai mengantisipasi secara cepat terhadap salah satu pasien petugas kesehatan diketahui Reaktif Covid-19, namun tidak di lakukan isolasi, laporannya meski yang bersangkutan sudah dinyatakan reaktif namun tetap masuk kerja, akibat nya 6 petugas medis lainnya ikut terpapar positif covid-19, Jum'at (7/5/21).

"Dinkes Aceh Timur terkesan menganggap remeh dan tidak serius dalam upaya pencegahan penularan Covid-19, hal itu dilihat dari kasus 7 tenaga medis yang tertular secara bersamaan, karena tidak ada upaya pencegahan secara sigap," ungkap Yahya YS.

Yahya Ys yang akrab disapa Boh Kayee mempertanyakan penyuntikan vaksin di Puskesmas Idi Rayeuk pada bulan maret lalu, padahal protap penyuntikan vaksin untuk pegawai pemerintahan dilakukan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Apakah 7 tenaga medis yang terpapar Covid-19 belum di vaksin atau setelah di vaksin tapi tidak mampu melawan covid ?," tanya Yahya Boh Kaye.

"Kasus lain yang disepelekan oleh Dinas tersebut, pada saat tracking pasien reaktif positif beberapa hari yang lalu di Desa Julok Tunong, petugas melakukan tracking yang terdiri dari petugas Dinkes Aceh Timur dan UPTD Puskesmas Julok tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) hanya menggunakan masker," bebernya.

"Jika petugas lingkungan dinas kesehatan saja diabaikan, bagaimana dengan masyarakat, jika hal itu dibiarkan tidak mustahil Aceh Timur menjadi cluster peningkatan yang terpapar Covid-19," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui Puskesmas Idi Rayeuk di tutup selama dua hari Kamis dan Jumat (6-7 Mei) akibat 7 petugas medis terpapar Covid-19. Penutupan Puskesmas tersebut untuk menetralisir penyebaran virus corona.

Sampai berita ini ditayangkan, Media ini belum mendapatkan konfirmasi dari pihak Dinas Kesehatan Aceh Timur. [] L24.Zal.