Lentera 24 .com | JAKARTA -- Serangan rasis baru-baru ini diterima oleh Aktivis HAM, Natalius Pigai, yang mana foto dirinya disandingkan de...
Lentera24.com | JAKARTA -- Serangan rasis baru-baru ini diterima oleh Aktivis HAM, Natalius Pigai, yang mana foto dirinya disandingkan dengan hewan dalam unggahan yang dibagikan oleh Ambroncius Nababan.
Pigai diserang lantaran dirinya mengkritik penggunaan vaksin Covid-19 Sinovac oleh pemerintah Indonesia.
“Mohon maaf untuk sebesar-besarnya, vaksin Sinovac itu dibuat untuk manusia, bukan untuk gorilla apalagi kadal gurun. Karena menurut undang-undang gorilla dan kadal gurun tidak perlu divaksin, faham?” demikian bunyi dari rasialisme yang ditujukan kepada Natalius Pigai, sebagaimana diunggah oleh akun Facebook Ambroncius Nababan, pada Selasa, 12 Januari 2021.
Isu rasialisme yang menerpa Natalius turut dikomentari oleh pengamat politik sekaligus filsuf, Rocky Gerung.
Dalam tanggapannya, Rocky menilai orang yang menyerang Natalius itu adalah orang yang terpapar virus ‘stupid’.
“Saya pastikan dia terkena virus stupid, karena bikin perbandingan aja dia nggak mampu. Buat perbandingan antara virus vaksin untuk binatang dan vaksin buat manusia. Kita mesti berpikir, idenya dari mana? Idenya dangkal sekali itu, dia gak bisa mengabstraksikan becanda itu, sehingga dia langsung tuju gorilla dan lalu langsung asosiatif,” ujar Rocky Gerung, seperti dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari kanal YouTube miliknya.
Menurutnya, membandingkan manusia dengan hewan adalah perbandingan yang kasar dan hanya memperlihatkan bahwa pelaku rasis ini memiliki pemikiran yang dangkal.
“Langsung kita bisa sebut, oh ya si pembuat meme itu dia negatif Covid tapi positif stupid. Dan mungkin gorilla IQ-nya lebih tinggi dari beliau karena gorilla juga merasa ngapain gua dibandingkan dengan manusia. Toh habitat berbeda dan proses evolusi juga berbeda,” katanya.
Untuk diketahui, Natalius Pigai adalah salah satu aktivis yang kerap mengkritik kebijakan pemerintah.
Kritik terbaru yang dilontarkan oleh aktivis asal Papua itu berkaitan dengan vaksinasi di Indonesia.
Dalam pernyataannya beberapa waktu lalu, Pigai sempat mengkritik kebijakan pemerintah yang mewajibkan vaksinasi bagi semua rakyat Indonesia.
Hal ini terkait dengan adanya kabar yang menyebutkan bahwa pihak yang menolak vaksinasi akan mendapatkan sanksi.
“Vaksinasi itu hak di mana warga negara berhak menentukan. Situasi sekarang kan situasi normal, memang ancaman karena virus corona ada, tapi pemerintah tidak ada keputusan resmi, harus ada pernyataan presiden dan diikuti undang-undang resmi, baru bisa mengeluarkan pidana itu,” ujar Natalius Pigai. [] PR DEPOK