HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Peringatan HAI, Bupati H Ashari Tambunan Berikan Penghargaan

Lentera 24.com | DELISERDANG -- Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan pada acara Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) Kabupaten Deli ...

Lentera24.com | DELISERDANG -- Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan pada acara Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) Kabupaten Deli Serdang Tahun 2017 memberikan piagam penghargaan kepada institusi, pembina/tokoh,  Pegiat Literasi, Organisasi Mitra PAUD dan PNF (Pendidikan Non Formal), Gerakan MeSRA Bertuah serta para Pegiat Pendidikan Non Formal, di gedung Balairung, Selasa (14/11).


Selain memberikan penghargaan pada peringatan HAI yang bertemakan “membangun budaya literasi di era digital”, bupati yang saat itu hadir bersama ketua TP PKK Ny Hj Yunita Ashari, Wakil Ketua TP PKK Ny Hj Asdiana Zainuddin, Kasubdit Pendidikan Keaksaraan dan Budaya baca Kemendikbud RI Dr Kastum M.Pd, Unsur FKPD, Para Asisten, Kadis Pendidikan Dra Wastianna Harahap bersama para pimpinan SKPD,  juga menyaksikan beberapa penampilan dari anak-anak Sekolah, serta peninjauan Stand pameran pengembangan pendidikan perempuan marjinal yang berlangsung selama tiga hari.

Bupati Ashari Tambunan dalam sambutannya menyampaikan bahwa membaca merupakan salah satu cara untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi guna meningkatkan mutu kehidupan setiap orang. Namun didalam literasi dasar, masyarakat dituntut bukan hanya mampu untuk membaca dan menghitung saja, akan tetapi lebih dari itu, harus pula dapat memanfaatkan perkembangan dunia teknologi (digital) yang memperluas akses terhadap pembelajaran, untuk menguasai ilmu pengetahuan, memperbaiki kemajuan keaksaraan, memfasilitasi penilaian keterampilan, dan membuat manajemen serta tata kelola menjadi lebih efisien.

Peringatan hari aksara internasional ini, harus dapat kita jadikan sebagai penggelora dan pembaharu semangat didalam meningkatkan kualitas pendidikan keaksaraan yang terintegrasi dengan pelatihan keterampilan sesuai konteks lokal sebagai fondasi gerakan pemberdayaan masyarakat, demi terwujudnya masyarakat yang tidak hanya terbebas dari buta aksara, akan tetapi juga memiliki kecakapan hidup, yakni mampu berkolaborasi, berfikir kritis, kreatif, serta komunikatif, untuk mewujudkan generasi yang berkualitas dan mampu bersaing khususnya ditengah derasnya perkembangan dunia teknologi digital yang terus berkembang saat ini.

Bupati juga mengapresiasi kepada semua perorangan ataupun kelompok pegiat, baik dari inisiatif sendiri maupun dengan dorongan dari Pemkab Deli Serdang yang selama ini telah bekerja keras memberi pengertian dengan sungguh sungguh untuk suksesnya berbagai program di Deli Serdang serta berterimakasih juga kepada PT Angkasapura II atas partisipasinya dalam mendukung gerakan literasi yaitu pemberian seribu buku, “ujar Ashari Tambunan ketikan mengakhiri sambutannya”.

Kasubdit Pendidikan Keaksaraan dan Budaya baca Kemendikbud RI Dr Kastum M.Pd mengatakan bahwa membaca adalah jendela cakrawala dunia, HAI bukan hannya acara seremonial belaka melainkan wujud komitmen Pemkab Deli Serdang dalam rangka persoalan pemberantasan buta aksara.

Ia juga menyebutkan bahwa di Deli Serdang data yang saya tau jumlah yang masih buta aksara 0,07%, data ini termasuk yang sangat kecil, sedikit lagi Deli Serdang akan dinyatakan sebagai Kabupaten yang bebas buta aksara, mari kita dukung gebrakan bupati untuk menuntaskan buta aksara di Kabupaten ini, sehingga Tahun 2018 Deli Serdang mendapatkan anugrah purna aksara dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, “ujar Kastum”.

Kadis Pendidikan Kab Deli Serdang Dra Wastianna Harahap melaporkan bahwa berbagai kegiatan dilaksanakan pada Hari Aksara Internasional  seperti festifal leterasi budaya dan kebangsaan anak usia dini (cerdas cermat), lomba tari kreasi maumere oleh warga belajar LKP, PKBM dan kesetaraan, Lomba Cerdas Cermat bagi warga berlajar kesetaraan paket B dan Paket C, Lomba menulis surat untuk Bupati Deli Serdang, Lomba Make Up gaun malam, festifal kuliner dan literasi budaya tradisional daerah, fasion show busana adat, lomba stand pameran serta seminar literasi yang diikuti 600 peserta. [] L24-KABULAN