Foto : Ilustrasi/detiktravel suara-tamiang.com , ACEH TAMIANG -- Para tokoh berjiwa membangun yang memiliki Asa agar Kabupaten Aceh Ta...
![]() |
Foto : Ilustrasi/detiktravel |
Kerja keras serta partisifasi ekstra isteri Bupati beserta sejumlah tokoh pencinta benda antik terhadap Museum Kabupaten Aceh Tamiang telah membuahkan dukungan moral dari pihak Dinas Pariwisata Propinsi Aceh.
Banyak jenis benda bersejarah yang tersimpan didalam museum dimaksud yang jumlahnya mencapai lebih dari 5 ribu macam yang menyebabkan pihak Dinas Pariwisata Aceh memberikan apresiasi terhadap penggagas, pengurus serta pihak-pihak yang turut serta maupun memiliki andil terhadap kemajuan museum tersebut.
Apresiasi itu disampaikan oleh 2 orang pejabat Dinas Pariwisata Aceh saat melakukan suatu agenda kegiatan di Kabupaten ujung paling timur Aceh dan merupakan pintu gerbangnya Aceh.
Keberadaan Kabid Disdinasi Pariwisata Aceh, Dra Irmayanti dan Laila Abdul Jalil, S.S.M.A, Peneliti Arkeologi dan merupakan ahli sejarah pada Dinas Pariwisata Aceh saat di Aceh Tamiang dalam acara work shop pengembangan system sadar wisata dan sapta pesona di Grand Area Hotel Karang Baru dan sekaigus menyempatkan diri mengunjungi Museum dan gedung Dekranasda setempat untuk melihat langsung kerajinan karya dari masyarakat Aceh Tamiang, terutama dengan hasil kerajinan tenunan kain songket Melayu Tamiang, Selasa (27/10).
"Didalam museum tadi kami juga melihat adanya patung Budha, patung Bunda Maria dan banyak lagi jenis benda kuno lainnya, hal tersebut menunjukkan bahwa Aceh Tamiang memiliki catatan perjalanan sejarah yang sangat panjang. Sehingga benda benda peninggalan berasal dari China, Eropa dan Negara lainnya ada disini", Kata Laila Abdul Jalil.
Kedua pejabat Dinas Pariwisata Aceh yang didampingi Ketua Dekranas Kabupaten Aceh Tamiang, Hj. Iris Atika, S.Psi, Psikologi dikonfirmasi terkait Museum kepada beritalima menyebutkan rasa kagumnya terhadap isi museum yang merupakan benda peninggalan masa lampau yang mengandung unsur sejarah yang jumlahnya hingga mencapai 5 ribuan tersebut.
"Aceh Tamiang layak diberi julukan sebagai kota pusaka, yang paling penting tinggal melakukan usaha keras untuk mempromosikannya, semoga kedepannya Aceh Tamiang menjadi kota wisata", ujar Laila Abdul Jalil, S.S.M.A.
Disebutkannya, Pemerintah masih perlu melakukan penambahan bangunan Museum yang juga sebagai Istana Karang tempat tinggal Raja-Raja Tamiang kala itu.
Sebab kataLaila Abdul Jalil, dengan jumlah benda yang ada, tidak mungkin dapat terpajang secara menyeluruh dilemari etalase maupun didinding gedung museum.
"Walaupun tidak perlu semua benda harus dipajang, namun masih perlu dilakukan penambahan bangunan ruang museum.
Bahkan kalau dilihat dari barang yang ada, anggaran dana APB Kabupaten atau APB Aceh tidak mungkin bisa cukup, karena dibutukan anggaran yang sangat besar, maka untuk membangun gedung museum tersebut kita harus menggunakan dana APBN", terang Laila Abdul Jalil.
Laila juga menambahkan, benda benda dimaksud yang harus dipajang setidaknya mencapai 30 atau 40 persen dari jumlah benda yang ada dan Selebihnya bisa diletakkan diruang penyimpanan (story room). (Suparmin/beritalima)